Our Blog

Blog Posts

Buku Ustadz Yusuf Mansur: Kaya Lewat Jalan Tol

01 July on Artikel Lepas   Tags: , , , ,

Saya akan share buku Ustadz Yusuf Mansur, Kaya Lewat Jalan Tol (Kaya Hati, Kaya Rasa, Kaya Raya) yang pernah saya sampaikan melalui twitter dengan #ShareABook.

“Seberapa indah kehidupan masa depan yang akan anda bangun?”

Dalam Pengantar Buku ini disampaikan, Ustadz Yusuf Mansur mengajak kita lebih baik, sukses, bahagia, tenang, nyaman, aman dan memiliki kekayaan sesungguhnya. Memang sudah kodratnya bahwa manusia cenderung suka harta, sangat manusiawi. Kenapa? Karena hal itu sudah ditanamkan dalam hati manusia, lihat surat Ali-Imran ayat 14.

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan. Berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpul dalam bentuk emas dan perak, Kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali-Imran 14)

Kita semua ingin harta berlimpah dengan harapan bisa melakukan banyak hal baik, memenuhi kebutuhan kita dan juga orang lain. Harta juga bisa menjadi sarana kita mendekatkan diri kepada Allah. Bersedekah, bangun mesjid dll.
Yang jadi soal ketika Kekayaan ini dijadikan sebagai tujuan utama. Dicari dan digunakan tidak lagi di jalan Allah.
Buku ini mengajak kita kembali pada paradigma dan cara pandang terhadap makna “Kaya”. Bagaimana mencapainya hingga berkah dunia akhirat.

Membangun Kerajaan Hati Sebelum Membangun Kemewahan. “Sesungguhnya mereka yang merasa selalu kuranglah yang miskin”

Alkisah Boby, pengusaha resto yg sering mengundur bayar gaji dan menunda pembayaran ke suplier ditegur ayahnya.
Boby: “Jika ditunda, uang bisa diendapkan di bank dan lain-lain. | Ayah: “Itu tandanya masih miskin, miskin hati.”
Banyak orang ingin jadi lebih kaya karena selalu merasa kurang. Akhirnya menempuh jalan yg salah.

Bangun dulu kerajaan hati sebelum kemewahan. Hilangkan keserakahan dan bersyukurlah atas apa yg ada pada kita.
Kita bisa berbuat banyak dengan apa yang kita miliki, jangan fokus pada yang tidak kita miliki. Hidup lebih nikmat.
Kunci sukses: “Peduli dan Berbagi”, tak lupa tingkat kepatuhan terhadap perintah dan larangan-Nya. Kekayaan sebenarnya adalah kedekatan dan kecintaan kita kepada-Nya, harga dunia jadi sangat kecil.

Dikisahkan, Umar Bin Khathab pernah menginfakkan kebun kurma miliknya karena ketinggalan shalat Ashar berjamaah.
Ia terlambat karena terbuai keindahan dan kicauan burung di kebun kurma tersebut, hingga tersita waktunya.
Khalifah Umar menilai menghargai Allah lebih besar daripada dunia. | Bgmn dgn kita? #Jleb

“Kehidupan dianggap indah oleh orang-orang Kufur dan mereka merendahkan orang-orang yang beriman. Padahal orang yg memelihara diri itu lebih tinggi derajatnya di hari kiamat…” (Al-Baqarah 212)

Dunia itu ibarat gula: manis. Ia akan mengundang siapa saja yang ingin merenguknya. Ada hikmah dibalik secangkir teh manis yang dikerubungi semut. Perhatikan, banyak semut yang mati kekenyangan.

Itulah dunia, jika kita mengejar gula tanpa “undangan” bukan nikmat yg diraih, ajal menjemput.
Dan itulah suatu kesia-siaan. Mengejar dunia tanpa akal sehat dan menafikkan Allah. Inginnya yang instan, potong kompas sehingga tidak menghargai proses.

Keindahan dibuat mulai dari kekuasaan, popularitas, uang dsb, yg siap “menenggelamkan” semut (baca: kita) jika lupa pada pemilik dunia. Ikhtiar dengan cara yang sabar. Berproses dengan memperhatikan rambu-rambu. Jadikan keinginan untuk #berbagi sebagai motivasi untuk kaya. Kaya ketika banyak berbagi, bukan banyak menyimpan.

Tidak sedikit cerita soal pengusaha kaya raya tiba-tiba jatuh hingga habis. Pejabat yg terlempar akibat korupsi, zina dan lainnya. Sekaya-kaya kita, nantinya akan kita tinggalkan. Ingin dunia, kejar yang benar. Jika tidak, kepahitan didapat.

Saya teringat artikel tentang kedermawanan Warren Buffet. Salah satu orang terkaya di dunia.
Warren Buffet bergantian dgn Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia. Dia pemilik Coca Cola, IBM, Bank of America dll. Kekayaannya ditaksir USD 50milyar.

Dari 80% penghasilannya dibagikan ke yayasan milik Bill Gates. Anaknya tidak ditinggali banyak kekayaan agar kreatif, inovatif, termotivasi dan membangun mental suka berbagi. Baginya, hidup ini lebih bermakna jika kita berbagi. Karena berbagi itu mulia.

Alkisah Nabi Isa AS berjalan menyusuri sungai dengan seorang yang baru dikenalnya. Nabi Isa meletakkan 3 potong roti. 1 potong dimakannya, 1 potong lagi dimakan orang itu. 1 potong tersisa. Kemudian Nabi Isa pergi mengambil air untuk minum. Sekembalinya, roti itu sudah tidak ada. Ia bertanya, “Siapa yang mengambil?” | “Aku tidak tahu” sahut sang kawan. Keduanya lalu kembali berjalan. Di tengah jalan, dipanggil seekor Rusa, kemudian dibakar dan mereka makan. Setelah itu, Rusa yg sudah dimakan dihidupkan kembali atas izin Allah. Nabi Isa kembali bertanya pada temannya: “Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasan-Nya, siapa yang mengambil roti itu?”

Teman itu menjawab: “Aku tidak tahu”. Lalu mereka kembali berjalan.

Ketika di hutan, Nabi Isa mengambil tanah dan kerikil lalu diperintahkan jadi emas dengan izin Allah, lalu dibagi 3 bagian. Untukku 1/3, untukmu 1/3 dan untuk yang mengambil sepotong roti itu 1/3. Serentak teman itu berkata,
“Akulah yang mengambil roti itu.”

Nabi Isa berkata, “Ambillah semua emas itu. Kemudian mereka berpisah di jalan.

Setelah itu, teman ini didatangi 2 orang perampok yang akan membunuhnya. Lalu teman ini berkata, “Kita bagi tiga saja”. Semua setuju.

Ketika salah satu perampok pergi membeli makan, timbul rasa rakus dalam dirinya.

“Untuk apa dibagi 3, lebih baik makanan ini diberi racun saja agar keduanya mati dan emas itu selamat”.
Sementara perampok yg tinggal berkata, “Untuk apa dibagi 3, jika dia datang kita bunuh saja dan bagi 2.”
Ketika datang, kemudian dibunuhlah perampok yang membeli makan tadi. Lalu mereka berdua memakan makanan yg telah diberi racun.

Tak lama matilah mereka seketika di hutan itu di sekitar harta mereka akibat keserakahan duniawi.
Ketika Nabi Isa berjalan di hutan dan menemukan emas itu, ia berkata pada sahabatnya, “Inilah wajah dunia. Berhati-hatilah kamu kepadanya.”

Sesungguhnya setiap laki-laki itu memiliki 4 istri. | Oh ya, bagaimana bisa?

“Anak-anak adalah perhiasan dunia dan amal saleh yang kekal adalah sebaik-baik pahala di sisi Tuhanmu dan sebaik cita-cita” Al-Kahfi ’46

Istri 4: harta atau dunia
Istri 3: Keluarga
Istri 2: Badan kita
Istri 1: Amal kita
Itulah 4 istri dalam kehidupan dunia.

Diibaratkan, Istri ke-4 itu yg paling muda dan cantik, menggoda. Sebagian besar waktu dihabiskan bersamanya.
Ketika akan mati, apakah istri ke-4 ini diajak bersama. Tentu Harta jelas menolak utk dikuburkan bersama jasad kita.

Istri ke-3 hanya akan menghibur suami hingga tempat pemakaman saja. Sesayang apapun keluarga, mereka tidak akan ikut dikubur bersama kita.

Istri ke-2 lebih baik, ia mau diajak ke alam kubur, tp tidak lebih jauh. Badan kita hanya akan ikut dikubur, tapi tidak ikut dibangkitkan di akhirat nanti.

Bagaimana istri 1. Inilah amalan kita, yang akan ikut setia dengan kita ke perkuburan hingga kita dibangkitkan.
Itulah ke-4 istri dalam hidup ini. Masihkah kita tidak memperhatikan pasangan kita yang paling setia ini?

“Dan tunjukkanlah perumpamaan kehidupan dunia. Ia seperti air yang Kami turunkan dari langit, lalu ia bercampur dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi, lalu tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering ditiup angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Al-Kahfi 45

Untuk Kaya Mudah, untuk sukses mudah. | Sesuatu sulit kalau kita anggap sulit dan menjadi mudah kalau kita percaya itu mudah :)

Demikian beberapa cuplikan bagian dari buku Ustadz Yusuf Mansur “Kaya Lewat Jalan Tol”. Beli bukunya dan baca lebih lengkap, dijamin banyak ilmu yang akan mengalir.

Kalau sudah dapat ilmunya, jangan lupa, disebarkan juga. Insya Allah akan bertambah ilmu kita itu.

Salam,
Twit me @Bprasetio

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.