Our Blog

Blog Posts

Fadilah Shalawat Jilid 9

01 July on Kajian   Tags: , ,

Tidak ada yang Rasulullah suruh kepada kita kecuali bermanfaat. Misalnya, shalat. Gerakan shalat itu menyehatkan, sama dengan gerakan stretching.

Kalau melakukan gerakan shalat jangan buru-buru, saking hafalnya bacaan dan gerakan. Tumakninah. Cobalah kita niatkan seperti ini:

“Saya Dhuha agar Rasul mencintai saya. Saya lakukan Qobliyah dan Ba’diyah agar Rasul mencintai saya.”

“Saya Tahajud agar Allah mencintai saya.” | Kalau Allah sudah mencintai seseorang maka tidak mungkin Allah tidak bantu.

Ketika kita ngantuk, capek kala bangun malam, apalagi melangkahkan kaki ke mesjid untuk melaksanakan shalat, itu menunjukkan kecintaan pada Rasulullah.

“Barangsiapa mengerjakan sunahku berarti dia mencintai diriku.Barangsiapa mencintai diriku maka akan menemaniku di surga.”

Ada masa wahyu tidak turun dalam jangka waktu yang lama. Lalu Orang Musyrik bilang, “Ya Muhammad Tuhanmu telah meninggalkanmu.”

Rasul sempat bersedih, dan ketika itu turunlah surah Ad-Dhuha. Terdapat dialog Allah dengan Nabi Muhammad.
Ma wadda’aka rabbuka wama qala. “Tidak pernah meninggalkanmu, dan tidak pula membencimu. (Ad-Duha 3)

Kita mencintai Nabi Muhammad tidak sendiri, Allah dan para Malaikat bersama kita.

Perhatikan Kalimat Tauhid, yang ditujukan kepada Allah, tidak akan lengkap jika tidak dilengkapi pernyataan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.

“Asyhaduallah ilahailallah, wa asyhaduanna Muhammadurasulullah.”
Tidak bisa orang hanya bersaksi akan Allah sebagai Tuhannya, tanpa menyebutkan Nabi Muhammad.
Ini membuktikan betapa istimewa Nabi Muhammad di hadapan Allah. Dan begitulah seharusnya kita terhadap Nabi Muhammad.

Tahukah kalian?

Ketika Izrail akan mencabut nyawa Rasulullah, Izrail ditanya oleh Rasul. “Mana Jibril. Jangan kau cabut nyawaku sebelum aku bertemu Jibril”.

Lalu Malaikat Izrail kembali ke langit ke-7 untuk bertemu Jibril dan mengajak untuk bertemu Rasulullah.

Setelah Jibril turun, Rasul bertanya, “Bagaimana nasib umatku sepeninggal aku.”

Pesan Rasul;

“Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah AI-Quran dan yang diam itu ialah maut.

“Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada AI-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pengajaran dari mati.”
Membaca Al-Quran itu penting, kenapa? Karena Al-Quran itu Rizki. Sami’na Waatha’na (saya dengar dan saya taat) dulu saja.

Bukan apa dan kenapa yang didahulukan. Ketika sedang menghadapi permasalahan, coba untuk membaca surah Al-Insyirah (melapangkan). Semoga Allah melapangkan segala urusan kita.
Salam,

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.