Our Blog

Blog Posts

KEINGINAN VS KEBUTUHAN

17 September on Artikel Lepas  

“Apa yang diinginkan, belum tentu dibutuhkan.”

Ternyata orang punya kecenderungan konsumsi apa yang diinginkannya ketimbang apa yang dibutuhkannya. Sehingga kemudian energinya habis untuk memikirkan dan melakukan aktivitas yang diinginkan padahal tidak dibutuhkannya.

Konsumsi bukan hanya berkaitan dengan makanan dan minuman saja, namun konsumsi adalah tindakan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang. Konsumsi yang dimaksud adalah pembelanjaan atas barang-barang atau jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Jika konsumsi makanan yang berlebih dapat menimbulkan berbagai penyakit dan kondisi tubuh yang tidak ideal. Begitu juga di bisnis. Idealnya ada cash flow budget yang menjadi acuan. Jika kemudian tidak bisa membatasi diri, bisa jadi omset makin naik, tapi profit lebih kecil. Kok bisa, karena ternyata banyak pengeluaran yang tidak bijak. Misalnya, rekrut karyawan berlebih, membeli produk atau jasa yang Nice to Have padahal tidak memberikan added value ke bisnisnya.

Atau ada pengusaha yang ketika pegang uang lebih, lalu investasi secara agresif didasarkan keinginannya agar dapat melipatgandakan profitnya segera. Namun akhirnya banyak kepeleset karena investasi yang salah, terburu-buru sehingga tidak membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang baik.

Begitu juga soal bab berdoa, apa yang diminta selalu apa yang diinginkannya, walau akhirnya Tuhan mengabulkan sesuai apa yang dibutuhkan hamba Nya. Karena Tuhan lebih mengetahui apa yang kita butuhkan.

Catatan diatas adalah evaluasi diri untuk memulai aktivitas kerja minggu ini. Are you ready?

Smart Legal ID
Akses Hukum Jadi Mudah

#SmartLegal #Lawyers #Legal #BPLawyers #Corporate #Investasi #Bisnis #BP3

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, founder Smartlegal.id. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial. Bimo memiliki perhatian terhadap UMKM dan juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM agar startups dan UMKM melek hukum.Bimo dapat dihubungi: bimoprasetio@gmail.com

Comments are closed.