Our Blog

Blog Posts

MAU BAHAGIA, JANGAN JADI LAWYER!

03 October on Artikel Lepas  

Sempet ketawa waktu ada artikel yang mengatakan demikian, tapi langsung terdiam ketika ingat masa awal karir menekuni profesi lawyer di corporate law firm 🤔🤔🤔

Di masa awal kerja, masuk pagi dan pulang pagi jadi hal yang lumrah. Apalagi darah muda, masih semangat banget. Datang saat parkiran kosong, pulang parkiran sudah kosong lagi 😅

Oh iya, ini lho artikelnya:
https://abovethelaw.com/2019/08/want-to-be-happy-dont-be-a-lawyer/

Riset menyatakan setidaknya ada 3 hal yang menjadi perhatian kenapa lawyer kesulitan menemukan kebahagiaan.

1. Kehati-hatian merupakan salah satu kualifikasi utama bagi lawyers, yang sering diterjemahkan menjadi skeptis dan pesimis.

2. Tekanan yang tinggi dan sedikit perhatian adalah beberapa bagian pekerjaan yang berpengaruh pada attitude negatif, kepuasan kerja terhadap lawyer muda.

3. Pekerjaan lawyer – khususnya di Amerika – merupakan pekerjaan yang disebut Zero-Sum Game. Karena kemenangan kita adalah kekalahan orang lain, yang menimbulkan hyper-competitiveness, yang pada akhirnya akan menjurus pada bagaimana mengukur kepuasan kerja.

Nah, setelah saya renungkan, sikap individualis dalam diri lawyer yang akan menuntun pada ketidakbahagiaan itu. Berikut sikap saya terhadap 3 pernyataan diatas:

1. Lawyer harus detail, teliti dan berhati-hati, itu betul. Namun ketika menciptakan teori “konspirasi” harus diimbangi dengan data dan fakta yang mendukung, agar lawyer tidak terbiasa berprejudis dan memandang negatif segala hal.

Belajar melihat sesuatu dari angle atau perspektif yang berbeda juga akan sangat membantu lawyer untuk memahami hal-hal yang dihadapi dalam pekerjaannya.

2. Keseimbangan hidup juga perlu diperhatikan. Hidup kita tidak untuk pekerjaan saja. Social life juga diperlukan untuk mendukung bagaimana lawyer menjalani hidupnya sebagai manusia yang notabene mahluk sosial.

Caranya, mengatur waktu dengan baik untuk pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Yang paling nikmat saat kita bisa berkhidmat di masyarakat dengan melibatkan keluarga dan dilakukan dengan dukungan pekerjaan kita. Di samping itu ya berolahraga.

Makanya saya senang sekali ikut organisasi dan komunitas, lalu mengambil peran sesuai kapasitas dan kompetensi saya sebagai lawyer. Saat menjalakannya terasa bahagia karena kemampuan sebagai lawyer disalurkan untuk membantu orang lain dan keluarga juga bisa ikut berkumpul saat berjejaring.

3. Bukan soal menang kalahnya, namun keberpihakan pada kebenaran dan solusi bagi klien ketika mencari jalan keluar masalahnya. Kita meyakini adanya nilai ketuhanan. Saat masalah datang, kita yakin bahwa hal itu adalah ujian, maka kita harus siap.

Menjaga integritas dan berorientasi pada solusi merupakan nilai-nilai yang menjadi value preposition kami. Menenangkan klien dengan menjamin kemenangan dan sogok aparat bukan menjadi value dan kebiasaan kami.

Bahkan para lawyer terkenal pernah mengalami kekalahan baik dalam perkara di pengadilan atau transaksi. Namun saat kita berfokus pada nilai yang mulia, berpikir positif dan yakin pada kebenaran, maka disitulah kita bekerja dengan penuh semangat dan kebahagiaan.

Saya selalu ingat banyak tokoh seperti HOS Cokroaminoto, Jack Ma dan lainnya yang berfokus bagaimana hidupnya berperan untuk memudahkan hidup orang lain. Karena ketika membantu orang lain sukses dan orang lain bahagia, maka kita akan sukses dan bahagia. Kami belajar, bab soal harta itu bukan soal jumlah, tapi keberkahannya. Yang berarti manfaat dan dampaknya dirasakan banyak orang, mulai dari terdekat hingga meluas.

Alhamdulillah, kami merasa bahagia menjalani profesi ini. Kami ingin terus bermanfaat untuk orang banyak dan mencari solusi untuk permasalahan hukum anda.

Bimo Prasetio
Partner BP Lawyers Counselors at Law
Delivering Legal Solution with Values

 

 

 

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, founder Smartlegal.id. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial. Bimo memiliki perhatian terhadap UMKM dan juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM agar startups dan UMKM melek hukum.Bimo dapat dihubungi: bimoprasetio@gmail.com

Comments are closed.