Our Blog

Blog Posts
Pengacara, Digital, dan Kejujuran

Pengacara, Digital, dan Kejujuran

30 August on Artikel Lepas  

Kemarin pagi saya dibuat termehek-mehek lantaran Muncul di halaman FB saya foto 8 tahun lalu bersama almarhum Bang Buyung (Red. Adnan Buyung Nasution). Seorang tokoh, panutan, legenda hukum.

Terbuai ingatan saya pada berbagai kenangan indah saat bekerja di kantor seorang ABN. Hingga menggerakkan saya menuliskan beberapa memori yang sangat berkesan ketika menjadi murid beliau.

Setelah itu saya ke kantor, menjalani beberapa meeting, sampai sekitar jelang Dzuhur, ada yg mengirimkan pesan melalui FB Messenger, dan mengatakan ingin berkenalan dgn saya setelah membaca posting Mas Jaya Setiabudi di FB.

Karena penasaran saya login ke akun FB – saya biasa mematikan FB di saat jam kerja, dan tidak login dulu sebelum sore kecuali ada yg “urgent” di FB.

Bimo Prasetio - Pengacara, Digital, dan Kejujuran

Setelah login saya kaget ada notifikasi friend request hingga 500 lebih (dan terus bertambah hingga pagi ini). Dan setelah saya buka ada yang memiliki mutual friends dan ada yg tidak sama sekali. Setelah ditelusuri ternyata bersumber dari posting Mas J tadi.

Saya kenal Mas J tahun 2011 di acara EA Jakarta. Dari kenalan hingga akhirnya menjadi sahabat, isi acara bareng, sampe saya rutin tiap tahun ke Bandung isi kelas Young Entrepreneur Academy (YEA), kopdar Yubi dll. Saya bahagia punya sahabat Mas J (kalau tak boleh memanggilnya guru ), krn urat DNA berbaginya sudah putus. Jadi seperti gak ada batasnya. Alhasil sampai diskusi kami bahwa kelak kami akan mendirikan yayasan bantuan hukum untuk UKM yg lemah atau sedang ditindas.

Satu value yang saya dapat dalam berkomunitas adalah berikan peran terhadap dimana kamu berada, bukan hanya berharap dapat sesuatu secara gratis saja. Saat kita punya peran, kita punya value. Di saat kita tidak ada, keberadaan kita itu akan dirasakan oleh lingkungan kita.

Karena saya pengacara, maka saya mengisi peran saya untuk berbagi mengenai ilmu hukum dalam bisnis kepada komunitas bisnis dimana saya berada. “Dan berbagilah dgn jujur dan ikhlas”, begitulah pesan yang saya dapat.

Saya ingat pesan guru saya tentang frase “jujur”. Dulu saya ingin berhenti jadi pengacara krn mafia peradilan. Lalu “disindir” oleh guru saya, kalau berhenti jadi pengacara berarti mundur dari peperangan. Jleb banget!

Diingatkan bahwa tetaplah berusaha hidup jujur dalam profesi hukum, nanti Allah akan berikan jalan. Dikatakan jujur itu modal berharga. Penjahat sekalipun butuh orang jujur utk menjaga uangnya. Bos butuh anak buah yg jujur utk bisa diandalkan, dsb. Jadi jujur itu sangat penting. Integritas.

Dan ternyata benar, saya tidak ambil pusing dengan mafia pengadilan dan berupaya mencari rezeki halal di dunia profesi hukum serta melihat peluang dari berbagai kejadian.

Saya menerapkan jurus berbagi kepada teman2 UKM lewat gerakan Legal4ukm, via akun twitter @Bprasetio, hingga menjadi web legal4ukm.com. Yg pada akhirnya dibeli oleh Hukumonline.com dan rebranding menjadi Easybiz.

Saya pun sekarang melihat peluang untuk menjadi lawyer spesialis arbitrase dan mengembangkan branding ini di dunia digital, www.bplawyers.co.id. Saya fokuskan berbagi soal ini.

Namun dunia UKM yg membesarkan saya tidak akan saya lupakan. Melalui  Yayasanbpl.org saya melakukan advokasi hukum dan edukasi kepada dunia UKM. Terjadwal 1 bulan sekali saya berbagi. Bahkan dalam waktu dekat, Insya Allah saya akan menjadi dosen probono (gratis) utk sharing materi Lawyerpreneurship, di salah satu universitas swasta.

Interaksi di dunia digital sekarang menjadi magnet luar biasa bagi siapapun yang sedang menjalankan bisnis atau ingin belajar bisnis. Ya, perilaku konsumen berubah di dunia digital ini, mulai dari mencari teman hingga mencari pengacara.

Saya melihat berkah dan ujian dibalik peristiwa. Di satu sisi, persahabatan dengan Mas J membawa saya belajar banyak hal soal kehidupan. Dan di sisi lain, testimoni Mas J soal “jujur” ini menjadi ujian bagi saya dalam terus menjaga amanah dan menjalankan profesi serta hidup saya. Orang baik akan dikumpulkan dengan orang baik. Jangan salah berteman.

Ah, kau tak mau kupanggil guru tapi terus menerus memberiku ilmu bermanfaat. Terimakasih atas persahabatan ini. Semoga kelak Allah persatukan kita di surga Nya.

Fight!

bimoprasetio.com

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.