Our Blog

Blog Posts

Rap Hiphop, Dakwah Milenial dan Daya Pembeda

14 June on Artikel Lepas  

Sejak awal tahun lalu Grup Rap hiphop Islami asal Bogor, Aleeyah berkiprah di kancah musik Indonesia. Mereka terdiri dari 3 orang personil, yaitu Danu (lead vocal), Ari (music synthesizer) dan Dian (rap vocal).

Dengan mengaransemen lagu-lagu populer dan mengisinya dengan syair shalawat, Aleeyah mampu membius berbagai kalangan muda bahkan dewasa. Hingga hari ini subscriber di Youtube channel nya mencapai 52ribu an.

Saat mengintip di akun IG mereka, di Ramadhan ini mereka tampil di berbagai panggung di acara sosial serta di berbagai pusat perbelanjaan.

Setidaknya ada 2 catatan saya terhadap gebrakan Aleeyah ini. Pertama soal bagaimana mereka fokus berdakwah dan mengkampanyekan shalawat terhadap kaum millenial. Kedua menggunakan leverage lewat lagu-lagu populer.

Saya teringat pada ulasan Jim Collins dalam Good to Great soal Jurus Landak. Dengan fokus pada 1 jurus saja, Landak berhasil survive. Begitu juga dalam industri, dapat kita temui produk atau jasa yang hanya memiliki 1 kelebihan, namun menjadi yang terbaik.

Inilah yang saya lihat sebagai jurus landak Aleeyah. Berfokus pada lantunan hiphop dan rap shalawat, hal ini memudahkan branding Aleeyah itu sendiri di benak pendengarnya.

Bab shalawat ini sendiri merupakan satu kajian yang pernah saya pelajari dari Ustadz Yusuf Mansur di Wisata Hati. Sebelum Aleeyah, dahulu ada grup Nasyid, Snada yang menyebarkan shalawat dalam berbagai penampilannya.

Bershalawatlah, karena banyak fadhilah nya. Surat Al Ahzab ayat 55 selalu terdengar di setiap Jumat, mengingatkan kita pentingnya dan manfaat bershalawat.

Sila baca: http://www.bimoprasetio.com/fadilah-shalawat-jilid-1.html

“Barangsiapa bershalawat kepadaku (Rasul), maka Allah akan bershalawat kepada nya 10x” (HR Muslim)

Shalawat itu sesungguhnya akan kembali kepadanya siapa yang membacanya.

Back to Aleeyah, mereka tampil dengan leverage cover dari musik-musik yang sudah populer. Sehingga memudahkan bagi telinga pendengarnya. Sebut saja Baby shark, Havana, Sayang, Despacito, Jaran Goyang, Perfect yang sudah sangat populer dan gaungnya meluas.

Terlepas dari isu hak cipta soal originalitas dan monetisasi dari cover music, saya melihat strategi Aleeyah cukup berhasil.

===> Yang masih penasaran soal policy terkait hak cipta dan monetisasi cover, sila baca link artikel berikut: https://support.google.com/youtube/answer/3301938?hl=id <====

Favorit saya adalah shalawat dengan cover Havana dan Shalawat Badar. Terus berkiprah Aleeyah dengan menciptakan value preposition dan diferensiasi dalam berdakwah. Semoga menjadi amalan yang dapat membawa ke surga Nya Allah SWT.

================================

Perjuangan mereka mengingatkan flash back ketika awal kami berusaha berkompetisi dalam industri jasa hukum. Branding yang spesifik untuk jasa hukum yang spesifik kami terapkan dalam perusahaan-perusahaan di bawah naungan Smart Legal Network. Hal ini agar memudahkan bagi market kami untuk memahami dan mengingat kami.

Strategi ini kami kembangkan tak lain agar kami dapat maksimal membantu dan memberikan solusi bagi klien kami.

Kami memahami keahlian dan pengetahuan yang spesifik selalu diharapkan oleh para klien. Bukankah klien selalu nyaman saat kita dapat berbicara dengan “bahasa” di industri mereka. Sehingga mereka merasa dekat dan nyaman.

Smart Legal Network ingin memberikan pengalaman terbaik bagi klien dalam mendapatkan solusi hukumnya. Semoga bermanfaat.

Ramadhan Kareem.
“ALLAHUMMA SALLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD.”

Bimo Prasetio
Founder Smart Legal Network

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.