Our Blog

Blog Posts

Refleksi 1 Tahun Perjalanan Sedekah

03 July on Artikel Lepas   Tags: , ,

Refleksi 1 Tahun Perjalanan Sedekah, sebuah Testimoni.

Masih ingat dengan sedekah pertama Anda?

Saya sih tidak lagi ingat lagi.Tapi kalau soal nilainya tentu tak lebih dari angka ribuan yang pasti di bawah 10ribu. Seringkali sedekah itu didasarkan pada rasa iba dan simpatik. Tidak ada pikiran lain selain ingin mengurangi beban yang ada walau hanya sedikit.“Kecil yang penting ikhlas”, itu yang sering dikumandangkan.Kenapa tidak sekalian banyak tapi ikhlas ya? Ah, saya pun gak sebegitunya. Sudah sekitar 1 tahun sejak pengalaman sedekah Innova.Namun manfaat yang saya dapatkan bukan hanya soal materi dan kebahagiaan, tapi juga pelajaran untuk memahami makna dan tujuan hidup ini, beribadah kepada Allah SWT.

Dan kisah itu dimulai Awal saya merintis usaha kuliner, pada Juni 2011, karena termotivasi untuk memberdayakan banyak orang yang ingin mencari pekerjaan.Terutama dari orang-orang terdekat yang minta tolong diberikan pekerjaan. Namun karena kantor konsultan hukum saya bukan kantor besar, saya belum bisa mempekerjakan banyak orang.Hingga akhirnya dengan modal yang terbatas saya dan keluarga membangun Bisnis Bebek Mak Nyooss ini.Setelah itu saya banyak membaca buku kewirausahaan dan motivasi, antara lainnya menyinggung soal sedekah dan manfaatnya. Yang paling provokatif disebutkan sedekah itu pasti dibalas 10 kali hingga 700 kali. Bahkan atheis sekalipun pasti akan dibalas dengan 10 kebaikan. Setelah itu saya mulai belajar tentang sedekah, terutama infaq (sedekah harta).Saya agak malu cerita ini, tapi saat itu saya dalam kondisi fasiq dan kufur, tidak menjalankan shalat dan tidak jauh dari maksiat, Masya Allah.Dari sinilah saya mulai follow akun pengusaha dan juga akun @Pencintasedekah Saat itu saya meragukan bahwa sedekah pasti akan dibalas hingga 10x lipat, makanya sering diingatkan sedekah itu bukan 2,5%. Angka 2,5% itu adalah kewajiban kita dalam berzakat.

Mencoba ACTION!

Pertengahan 2011 saya mencoba action, saya sedekahkan waktu itu 1juta melalui rekening Dompet Dhuafa. Kenapa?karena saya tidak mau berpikir yang sulit, bisa dilakukan via ATM. No rekening didapat dengan googling, mudah kan. Tidak lama kemudian saya dapat pekerjaan yang sederhana, konsultasi hukum tanpa banyak menghabiskan waktu dan tenaga, dengan fee 12,5juta.Pekerjaan ini saya dapat melalui referal dari kenalan saya yang sebenarnya tidak dekat, sekedar kenal saja sebagai rekan seprofesi hukum.Setelah itu dari fee yang didapat saya sisihkan 2juta untuk disedekahkan. Tidak lebih dari 1 minggu saya dapat lagi project senilai 25juta, untuk pekerjaan yang sifatnya review saja, tidak menyita banyak waktu, tidak rumit dan bukan jenis perkara yang harus ke pengadilan. Setelah itu saya sisihkan 5juta. Dan tidak lama kemudian dapat lagi project USD 7,500. Dari fee ini saya sedekahkan lagi 10juta.Tidak berapa lama, saya mendapat lagi project dengan fee 135juta.Bagi saya hal ini bukan suatu hal yang terukur dan dapat diperkirakan. Setelah rangkaian peristiwa itu, saya ingat hari itu Jumat, di saat yang lain bergegas ke mesjid, saya ke ATM ingin menyalurkan sedekah lagi. Tapi dalam hati ini begitu gundah, “Kalau terus-terusan seperti ini, mental dan pikiran saya tidak kuat,” dalam hati saya berujar. Kenapa? Karena klien-klien yang saya dapatkan belakangan itu, sebenarnya bukanlah target market saya. Bukan berasal dari aktifitas marketing yang saya lakukan. Jadi seperti bonus di luar project yang saya dapatkan dari targeted Klien saya.Ini yang membuat saya yakin hal tersebut adalah balasan dari sedekah.

Lalu saya telpon istri saya menceritakan kegundahan saya itu, dan saya sampaikan niat untuk sedekahkan mobil Innova kami, mobil satu-satunya yang kami miliki.Alhamdulillah istri saya mengamini hal itu. Karena awalnya dulu juga kami hanya bersepeda motor.Kalau sekarang tidak ada mobil pun nanti bisa usaha lagi.

Bertemu Ustadz Yusuf Mansur

Saat itu saya twit @Pencintasedekah untuk minta referensi kemana saya sebaiknya menyedekahkan mobil tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang benar-benar berhak dan membutuhkan. Lalu disarankan saya untuk ke Ustadz Yusuf Mansur (YM).Ustadz YM menyarankan agar saya membuat Rumah Tahfidz saja, namun karena saya tidak memiliki resources dan kapasitas untuk itu saya sampaikan ketidaksanggupan saya.Setelah itu tidak ada balasan dari Ustd YM lagi. Esoknya di hari Sabtu, saya bertemu dengan akuntan saya dan menceritakan pengalaman sedekah ini.Beliau lalu mengucap, “Alhamdulillah, Pak Bimo sudah dapat hidayah,” seraya memberikan No HP Ustadz Yusuf Mansur.Dia mengaku mendapatkan no HP tersebut dari Majelis Duha yang dia ikuti. Lalu saya coba hubungi langsung dan langsung dibalas SMS saya. “Oh ini Bimo Innova yang di twitter ya?” balas Ustadz YM melalui SMS. Setelah itu beliau mengundang saya untuk bertemu di Epicentrum, Kuningan, setelah beliau selesai menjadi juri acara Pildacil di ANTV. Dan suatu kebetulan lagi, memang malam itu saya berencana untuk nonton bareng pertandingan MU vs Liverpool di Epicentrum. Pesan dari Ustadz YM Setelah bertemu beliau, ini yang beliau sampaikan kepada saya. “Alhamdulillah, Bimo sudah mengetahui keajaiban sedekah. Tapi yang utama adalah shalat, sedekah nomor 2. Bertobat dan lakukan amalan 40 hari ke depan. Tinggalkan maksiat. Ada term and condition nya” Beliau bercerita bagaimana pengusaha kuliner seperti Mas Jody dan Mas Mono yang melakukan spiritual company dalam bisnisnya.Mengerjakan yang wajib dan merutinkan yang sunah.

Sedekah di depan! “Kalau pengusaha itu sedekahnya 10-90. 90 disedekahin, 10 buat dia. Tapi kalau pengusaha hebat itu sedekahnya 300 – 0. | Nah, bagaimana lagi tuh stadz?| Iya nge-voor. Ya Allah, kalau aku punya usaha yang 1 ini untuk Engkau, yang kedua untuk Engkau juga, yang ketiga untuk aku,” begitu Ustd YM menjelaskan. Agak merinding juga sih.Lalu yang selanjutnya ini yang terus terngiang. “Banyak orang yang setelah sedekah hebat kemudian terpuruk. Sebenarnya saat itu Allah sedang mengujinya. Maka dari itu perbanyak istighfar.”

Lalu keesokan harinya mobil saya serahkan di parkiran Gedung Antam, tidak jauh dari rumah saya.Kebetulan Ustadz YM sedang menghadiri pernikahan salah satu muridnya. Selang waktu tidak sampai 2 bulan, saya mendapatkan 2 mobil pengganti.1 mobil Innova milik kakak saya yang kebetulan tidak ada tempat untuk parkir, jadi dipinjamkan ke saya.Lalu saya mendapatkan mobil Pregio Limousin.Tidak sampai 1 bulan, saya kembalikan mobil Innova kepada kakak saya, dan mobil Pregio Limousin juga saya serahkan ke Ustadz YM. Kehidupan saya setelah itu lebih bahagia.Banyak mendapatkan saudara baru, berkumpul dengan orang-orang soleh di pengajian.Selalu dicukupkan oleh Allah. Harus Siap DIUJI! Namun ujian saat diberi senang sudah, dan datanglah ujian lainnya.Selama 3 bulan pembayaran dari Klien saya hampir semuanya tersendat, ratusan juta. Padahal itu akhir tahun, kantor kami akan pindah ke Setiabudi, Kuningan. Perlu biaya besar dan juga memberikan bonus bagi karyawan. Datanglah saya lagi kepada Ustadz YM dan menceritakan persoalan saya sambil hendak menyerahkan sepeda motor Kawasaki Ninja 250cc. Saat itu harganya sekitar 40juta. Tapi Ustadz YM menolak dan mengatakan, “Sekarang sedekahnya sudah pakai nafsu, kelihatan sekali ingin dunianya. Pulang saja dan perbaiki shalat dan amalan harian.Banyak istighfar, sedekahnya sudah mulai jalan tuh” ujar beliau saat itu.

Dan benar saja, di bulan Februari saya mendapatkan pembayaran dari seluruh Klien saya yang tertunggak dan juga ada Klien baru. Alhamdulillah, pada Maret 2012 saya berangkat umroh bersama istri dan juga membiayai umroh ibu dan nenek saya, serta kedua mertua saya. Manfaat Berbagi Setelah itu saya baru menyadari, bahwa sedekah tidak selalu dibalas dengan materi.Tapi juga kesehatan, menolak bala, termasuk berkumpul dengan orang-orang yang baik, memperluas networking dan lain-lain.Pada akhirnya, materi pun dapat.Bener tuh yang namanya “Silahturahmi pintu rezeki”. “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.” inilah yang menjadi pegangan saya saat ini.Saya ingin mendedikasikan bisnis saya untuk memberikan manfaat bagi orang banyak.Begitu juga ilmu saya.

Oleh karena itu saya sangat termotivasi untuk sharing mengenai ilmu hukum yang saya miliki kepada yang memerlukan, gerakan @Legal4UKm itu salah satunya. Saya percaya jika suatu kebaikan dilakukan secara berjamaah, maka akan lebih besar dampaknya. Kalau istilahnya Ustadz YM, Multi Level Amal (MLA). Sedekah itu membuat kecanduan.Semakin bisa berbagi semakin senang.Saat galau ke ATM saja. Saat sedang lapang justru ini ujian yang berat, kadang suka lupa. Oleh karena itu saya dan istri mentargetkan untuk zakat dan infak di depan. Ada target mingguan dan bulanan. Untuk Bebek Mak Nyooss outlet Ampera sudah kami tekadkan mulai November 2012 hingga September 2013 akan kami sedekahkan 93% profitnya. Koq nanggung? Yang 7% untuk cadangan kas, hehe. Toh masih ada outlet yang lain dan juga sumber penghasilan yang lain.

Berbaik sangka selalu kepada Allah.Dan terus berusaha menjadi orang yang bermanfaat.Ustadz YM juga mengajarkan saya, menjadi pengusaha adalah kesempatan untuk mengajak banyak orang berbuat kebaikan, setidaknya karyawan dan rekanan.

Wallaluhualam.
Bimo Prasetio @Bprasetio

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.