Our Blog

Blog Posts

SUDAH AMANKAH BISNIS ONLINE ANDA?

25 October on Artikel Lepas  

Minggu lalu datang seorang teman yang bisnis onlinenya “diganggu” oleh akun-akun palsu yang bertindak seolah bisnis teman saya. Modusnya mereka menggunakan brand dan nama yang sama dalam Akun FB palsu. Semua foto barang, nama dan lainnya diduplikasi. Semua orang yang bertransaksi/tanya via FB teman saya ini, di add oleh si pelaku ke FB gadungannya.

Sontak, banyak telpon masuk yang mengaku sebagai konsumen teman saya, marketnya remaja tanggung (yang cenderung 4L4Y), yang tertipu dengan modus operandi ini. Teman saya ini bisnisnya kaos, katakanlah dia memasarkan “distro online”. Para korban yang sudah membayar ini jumlahnya banyak dan tersebar ke berbagai penjuru negeri.

Dengan mudahnya para konsumen ini melakukan transfer pembayaran dan tidak pernah menerima barang yang dipesannya. Nilainya sementar ini ditaksir puluhan juta. Itu baru dari konsumen yang melapor. Banyak yang malu dan tidak mau cerita akan kasus yang dialaminya. Ini baru penipuan yang memanfaatkan 1 brand ya. Masih banyak kasus lainnya. Lesson learned?

Konsumen dan penjual musti melek hukum. Pahami aspek hukum dan keamanan bertransaksi. Agar bisnis online menjadi bonafit, ada beberapa rambu yang harus diperhatikan.

Untuk tumbuh dan berkembang, penjual online juga harus melakukan edukasi terhadap konsumennya. Sekalipun konsumen tertipu bukan karena kesalahan Anda, namun brand Anda akan menjadi jelek akibat kasus yang mereka alami. Mereka akan bercerita kenaasan nasib mereka sambil menyelipkan nama brand Anda. Rugikah Anda?

Proteksi yang dapat Anda lakukan antara lain:

  1. Jalankan bisnis Anda dengan badan hukum agar lebih bonafit. Jangan takut bayar pajak! Jika bisnis Anda ingin besar, bayar pajak tidak bisa dihindari, tapi pahami apa kewajiban anda dan bagaimana strategi untuk tetap membayar pajak yang tidak memberatkan Anda.
  2. Gunakan rekening perusahaan dalam bertransaksi agar terpercaya dan tidak dapat diduplikasi. Penggunaan rekening pribadi sangat mudah ditiru dan digunakan untuk mengelabui konsumen.
  3. Miliki website resmi perusahaan anda dan informasikan selalu keberadaannya. Banyak yang untuk strategi marketing digitalnya memiliki banyak website/blog. Silakan saja, tapi semua sebaiknya bermuara pada 1 web resmi Anda yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran bisnis anda.
  4. Buatlah Privacy policy dan Term of Use antara anda dengan konsumen lalu muat di dalam website resmi bisnis Anda.
  5. Pahami model bisnis dan bisnis prosesnya  karena akan menentukan izin apa yang dibutuhkan untuk bisnis anda serta aspek hukum lainnya yang harus diperhatikan.

 

Ingin tahu lebih lengkap tentang berbagai kasus penipuan dan upaya melindungi bisnis online Anda dari masalah hukum? Bagaimana harus melek hukum dan menjadikan sebagai leverage bisnis Anda?

Rasanya rugi kalau tidak SEGERA mendaftarkan diri di acara Bukalapak, Cre8 & BP Lawyers ini.

Amankan bisnis online anda SEKARANG! Tlp/WA: 0822 1000 9872

bimoprasetio.com

@Bprasetio

www.bimoprasetio.com

 

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.