Our Blog

Blog Posts

Taaruf – Tadhomun

02 July on Kajian   Tags: , ,

Berikut ini adalah Resume Kajian BB Grup Tausiah, oleh Ustadz Hilman Rosyad tentang Taaruf.

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezeki nya dan dipanjangkan umurnya maka bersilahturahim lah” Hadist

“Tidak akan seseorang itu masuk surga jika dia memutus silahturahmi” Hadist

“Hendaklah salam itu kau sampaikan pada orang yang kau kenal dan tidak kau kenal” Hadist

“Kalau Tak Kenal Maka…. Ta… Aruf”

Iya, tidak kenal itu tidak ada urusannya dengan sayang.

Taaruf (pengenalan) itu ibadah. Taaruf itu dimulai secara demografis; nama, tinggal, usia, pekerjaaan dll.

Tidak hanya fisik, tapi juga Kemudian mengenal hati. Hati itu ada emosi, spiritual dan intelektual. Lalu Pola pikir, pemahaman, ideologi. Sama seperti ibadah, dimulai dengan pengenalan.

Manusia itu sering berkeluh kesah. kalau dikasih enak nolak. Suka gak jaga kesehatan. Dikasih sehat malah begadang, gak tahajud.

Dikasih sakit merasa sedih, mengeluh lagi. Diambil nikmatnya sedikit merasa paling susah.

Semua itu ada manfaatnya, shalat ada manfaatnya, sedekah dan lainnya juga.

Rantai Taaruf-Tafahum-Taawun-Takaful-Tadhamun

Taaruf juga ada manfaatnya. Kita menjadi bisa memahami saudara kita. Pemahaman ini yang bisa membuat kita ber-Taawun (kerjasama) dalam kebaikan.

Kerjasama hanya bisa dilakukan jika sudah mengenal dan memahami.

Takaful: yang satu melengkapi lainnya. Karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.

Thadhomun (jaminan). Artinya saudaranya menjadi jaminan bagi saudara lainnya.

Dari rangkaian ini yang menciptakan sinergi. Mulai dari mengenal hingga hilang rasa khawatir karena saudara yang satu menjamin saudara yang lain.

Semua ibadah itu adalah dilarang, kecuali diperintahkan. Karena kita sudah mengatakan: AshaduAllah ila ha ilallah. Jadi semua ibadah itu terbatas.

Mualamalah itu tidak terbatas. Muamallah itu meliputi jual beli, utang piutang, dll.

Imam Hanafi lebih longgar daripada Imam Syafiie. Karena Imam Hanafi selain belajar dan mengkaji hadist juga berdagang (bisnis).

Banyak yang disampaikan oleh Imam Hanafi itu bersifat dhoif. Karena setelah dikaji oleh Imam Syafei ternyata berdasarkan hadit (pemikiran) bukan hadist.

Etika berbisnis yang harus lebih diperhatikan..

Dalam wilayah etika, kita tidak boleh merasa rugi memberikan manfaat kepada orang lain.

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.