Our Blog

Blog Posts

Tawakal

02 July on Kajian   Tags: , ,

“Tawakal adalah Wakala atau mewakilkan atau menguasakan urusan kepada Allah.”

Baca Surat At-Thalaaq ayat 2-3

“Dan (Allah) memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka…”

Menurut Imam Al-Ghazali ada 4 tingkatan Tawakal.

  1. Tawakal paling rendah :
    Mengukur kemampuan Allah dengan beberapa kriteria.
    Misalnya menguasakan seluruh urusan perkara kepada lawyer. Ada kriterianya, punya skil, reputasi dll.
    Mengukur keamanan dan kenyamanan hidup berdasarkan saldo di tabungan.
    Ini ujian, seberapa tingkat Tawakal kepada Allah.
    Seperti apa hidup yang zuhud itu? Meninggalkan dunia sama sekali? Bukan.
    Zuhud itu adalah ketika kita lebih tenang dengan apa yang ada di tangan Allah ketimbang yang ada di tangan kita.
    Allah Maha Penolong, Allah tidak akan dzalim kepada hamba-Nya.
    Ketika kita sudah berikhtiar maka kita serahkan kepada Allah.
    Kenapa kita bisa kurang bertawakal kepada Allah? Karena kita belum mengenal Allah, belum dekat dengan Allah.
    Misalnya, anak masuk Rumah Sakit, butuh biaya.
    Lebih tenang mana kalau mau pinjem ke temen dekat yg kaya atau ke teman jauh yang belum ketahuan hartanya, kepercayaannya dll.
    Bagaimana kita mempercayakan kemampuan Allah untuk membantu urusan kita? Silahkan ukur pada diri masing-masing.
  2. Tingkat Tawakal Kedua :
    Bagaimana tingkat tawakal kita kepada ibu.
    Mis, anak kecil, kalau ada masalah langsung teriak “Ibu”, tanpa mengetahui ibu nya bisa atau tidak.
    Bisakah kita meyakini pertolongan Allah seperti itu. Yakin Allah pasti akan bisa menolong kita.
    Tanpa melupakan ikhtiar, seperti anak kecil tadi, masih ada upaya untuk menghadapi masalah dan berteriak.
  3. Tingkat Tawakal Ketiga:
    Kita laksana mayat. Tak berdaya sama sekali. Men-nol-kan diri.
    Ketika berusaha atau ikhtiar menyerahkan hasilnya apapun dari Allah. Menerima kondisi apapun dari Allah.
    Sukses = I (ikhtiar) = 100 = 0,5. T (Tawakal) 200
    Coba kalau tawakalnya 0. Sukses = 100 = tak terhingga. 0 Ikhtiar tetap, tapi kesuksesan Allah yang tentukan.
    La haula walakuwata illabilah.

 
Tanya:
Kita kalau mau curhat sama Allah, terus shalat, ngaji, tapi saat mengerjakannya kepikiran terus soal masalah itu, jadi tidak khusyuk mengerjakannya. Bagaimana?

Jawab:

Manusiawi kalau kita ingat dengan masalah. Yang penting tetap fokus berkomunikasi dengan Allah. Meminta penyelesaian masalahnya. Khusyuk meminta kepada Allah mendapatkan solusinya.

Fokus kita adalah bagaimana mengadu kepada Allah. Seperti kalau kita tawaf, bahkan lebih baik kita berdialog dengan bahasa Indonesia daripada sibuk membaca bahasa Arab tapi tidak tahu artinya. Sehingga makna komunikasinya jadi kurang.

Bimo Prasetio adalah Creative Legalpreneur pendiri SMART Legal Network dan Co Founder Qoloni.com, suatu Qolaborative platform untuk membantu proyek sosial. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM Melek Hukum yang sekarang dikelola oleh BPL Foundation agar startup dan UKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: info@smartlegalnetwork.com

Comments are closed.