Our Blog

Blog Posts

The Derrick Rose Story, Bangkit dari Keterpurukan

09 January on Artikel Lepas  

Derrick Rose atau biasa dipanggil D-Rose adalah pemain basket NBA untuk Minnesota Timberwolves. Masuk ke NBA tahun 2008 bermain di Chicago Bulls, dan menjadi pemain debutan terbaik (Rookie of the Year).

Tahun 2011 di usia 22 tahun, dia menjadi pemain terbaik atau MVP (Most Valueable Player) termuda di NBA. Permainannya sangat eksplosif dengan killer cossover dan speed yang luar biasa. Adidas bahkan mengontrak mahal dan membuat signature shoes untuk D-Rose.

Namun setelah musim MVP nya, dia mengalami cedera panjang yang mengakibatkan Rose tidak dapat bermain sepanjang musim musim 2012-2013. Pada musim selanjutnya dia kembali bermain, sayangnya dia kembali cedera panjang. Hingga 2017, Rose berpindah klub mulai New York Knicks, lalu Cleveland Cavaliers dan “dibuang” ke Utah Jazz. Oleh Jazz, dia bahkan tidak mendapat kesempatan dan langsung dicoret dari daftar pemain. Alhasil dia jobless. Syukurlah di bulan berikutnya Minnesota Timberwolves merekrutnya.

Banyak orang dan bahkan media sudah memvonis Rose tidak akan benar benar pulih dari cederanya, dia dinilai “selesai”. Data statistik permainannya menurun drastis dari masa MVP nya. Permainannya tidak memberikan kontribusi signifikan pada tim nya.

Namun D-Rose terus bekerja keras dan berusaha bangkit dari masa sulitnya.

Butuh 6 tahun untuk memberikan pembuktian terhadap hasil nyata kerja kerasnya. 9 bulan setelah dibuang oleh Utah Jazz, D-Rose memberikan penampilan luar biasa, mencetak 50 point dalam 1 game dan mengantar tim nya mengalahkan Utah Jazz. Heroik sekali, semua bersorak, bahkan D-Rose pun menangis penuh haru bahagia. Semua rasa bercampur aduk.

Di usia nya 30 tahun ini (usia yang tidak mudah bagi atlet), dia membuktikan bahwa tidak ada kata menyerah dalam perjuangan. Fokus pada tujuan, terus berbaik sangka dan berdamai dengan masa lalu.

Di klub nya D-Rose bukan pemain utama (starters), dia merupakan pemain cadangan. Namun prestasi dan torehan 18 point/game musim ini dan semangatnya bangkit dari keterpurukan memberikan inspirasi pada banyak orang, termasuk fans.

Hal ini terbukti bahwa banyak fans yang merekomendasikan namanya masuk dalam starting line up perhelatan NBA All Stars Game 2019 di Charlote. Pencapaian sejauh ini sangat mengejutkan, karena biasanya pemain inti yang dipilih bukan pemain cadangan. Apalagi raihan 18 poin/game bukan sesuatu yang luar biasa untuk ukuran seorang pemain all stars saat ini di wilayah Barat. Saya pun berharap dia dapat terpilih.

Yang unik, D-Rose tidak punya akun IG dan posting tentang dirinya. Banyak akun tentang aksinya justru dibuat oleh para fans. Pribadi yang sederhana, rendah hati dan dicintai fans nya.

Banyak kisah para mantan pemain top NBA yang berakhir tragis akibat cedera yang dideranya, mulai dari kebangkrutan, kekerasan, narkoba dan lainnya. Tidak semuanya berakhir indah.

Semoga kisah Derrick Rose ini bisa memberikan inspirasi bahwa seberapapun kita jatuh, bangkit dan gagal, kita harus yakin untuk terus bangkit. Diri kita sendiri yang harus optimis untuk bangkit dari keterpurukan. Fokus pada tujuan, bukan kompetitor atau apa kata orang.

Selamat berakhir pekan dan mengumpulkan energi untuk terus bersemangat.

Salam olahraga.

Bimo Prasetio
Basketball Lover & pembelajar
Founder Smartlegal.id

Bimo Prasetio adalah seorang lawyer dan entrepreneur. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial. Bimo juga mengkampanyekan gerakan Legal4UKM dan UKM agar startup dan UMKM melek hukum. Bimo dapat dihubungi: bimoprasetio@gmail.com

Comments are closed.